Ruang Belajar

Kembali BI Checking, kredit, NPL, KTA, KPR, KKB31 May 2021

BI Checking Aman, Mengajukan Kredit Lebih Nyaman

Berbincang seputar pengajuan kredit ke bank dan prosesnya, tidak jarang diantara kita yang pernah mendengar pengajuan seseorang ditolak setelah melewati tahap pemeriksaan BI Checking. Setelah diselidiki, penyebab tidak diterimanya kredit yang diajukan adalah karena individu tersebut masih memiliki cicilan kredit yang belum atau bahkan tidak terbayarkan. Kelalaian sederhana seperti ini tentunya dapat memperburuk reputasi finansial debitur sehingga kecil kemungkinan pengajuan kredit mereka diterima di kemudian hari. Selain itu, tunggakan yang dimiliki debitur jelas meningkatkan rasio NPL (Non-Performing Loan) yang juga dapat merugikan lembaga keuangan.

Seperti yang telah diketahui, BI Checking yang kini kita kenal sebagai Sistem Layanan Informasi Keuangan atau SLIK merupakan serangkaian informasi mengenai status pembayaran kredit atau kolektibilitas yang tertera dalam Sistem Informasi Debitur (SID). Di dalamnya, informasi seperti identitas debitur, pemilik dan pengurus, fasilitas penyediaan dana atau pendanaan yang diterima, agunan, penjamin, dan kolektibilitas dipaparkan serta dapat diakses oleh lembaga keuangan dalam 24 jam. Lembaga keuangan tersebut dapat berupa bank maupun non-bank yang terdaftar sebagai anggota Biro Informasi Kredit. Melalui perangkat inilah catatan mengenai lancar atau macetnya pembayaran atau skor kredit para debitur dapat terlihat sehingga lembaga keuangan dapat mengucurkan dana pinjaman secara tepat sasaran.

Lantas, apa yang dapat dilakukan para calon maupun existing debitur agar BI Checking tetap bersih dan terus terjaga skornya? Hal yang paling penting untuk dilakukan pertama-tama adalah dengan mencari tahu kredit yang diambil dan sedang berjalan. Mulai dari KTA, KPR, hingga KKB, fasilitas pinjaman atau kredit yang ditawarkan bank maupun lembaga keuangan lainnya tentu sudah tidak asing di telinga masyarakat. Hal kedua adalah memastikan agar cicilan yang dimiliki telah dibayar lunas sebelum jatuh tempo. Akar permasalahan ditolaknya pengajuan kredit adalah pembayaran cicilan yang terlambat. Yang ketiga adalah mengetahui batas dalam menggunakan kartu kredit. Agar terhindar dari kemungkinan menunda pembayaran yang menyebabkan credit score merah, selalu biasakan diri untuk menggunakan dana kurang dari 30% dari limit kartu kredit yang dimiliki. Yang terakhir adalah dengan memastikan bahwa kredit yang diambil sudah sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan bayar.

Mengajukan kredit tanpa terlebih dahulu mengecek skor kredit yang kita miliki memang dapat meningkatkan kemungkinan kredit ditolak, dan tentunya setiap individu tidak ingin kembali terjerembap ke dalam kesalahan yang sama. Dengan memastikan BI Checking aman dan terjaga, kita dapat mengajukan kredit tanpa rasa khawatir. 

Sumber: berbagai sumber


SAYA INGIN MENGETAHUI LEBIH LANJUT

KONTAK KAMI

PT. PEFINDO Biro Kredit

Gedung Bursa Efek Indonesia Tower I Lantai 1
Jl. Jend. Sudirman Kav 52-53 Jakarta 12190

P (62-21) 515 4501



Terdaftar dan Diawasi oleh:


Bagian dari:

© Copyrights 2019 PT. PEFINDO Biro Kredit.
All Rights Reserved

  • logo youtube
  • logo fb
  • logo fb
  • logo fb
  • logo fb