loading

Kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) merupakan suatu hal yang berdampak negatif tidak hanya bagi perekonomian, tapi juga bagi lembaga keuangan. NPL akan menggerus profitabilitas dan memengaruhi kemampuan lembaga keuangan untuk menyalurkan pinjamannya.

 

Pengurangan kemampuan tersebut dalam skala besar akan memperlambat roda perekonomian dan menghambat pertumbuhan yang salah satu penggerak utamanya adalah penyaluran kredit yang dimanfaatkan oleh dunia usaha, investasi dan sektor konsumsi.

 

Apa Itu Non Performing Loan (NPL)

NPL adalah kredit dengan kategori kurang lancar, diragukan atau macet. Jadi NPL menggambarkan kondisi di mana debitur tidak dapat membayar angsuran yang sedang berlangsung secara tepat waktu. 

 

Setiap bank memiliki rasio NPL yang berbeda. Idealnya, rasio NPL berkisar di bawah 5%. Apabila di atas 5%, maka dapat dikatakan kalau jumlah kredit macet lebih banyak dari kredit yang lancar. 

 

Banyak faktor yang bisa menyebabkan NPL, diantaranya:

  • Dari pihak Lembaga Keuangan

NPL dapat terjadi apabila dari sisi lembaga keuangan tidak melakukan analisa kreditnya dengan baik. Dalam artian, para calon debitur yang mengajukan kredit tidak dianalisa secara komprehensif. 

 

Analisa yang lemah bisa berasal dari beragam penyebab, seperti: Kurangnya penggunaan teknologi dibalik luasnya data perkreditan yang perlu dianalisa, kurangnya pengawasan dan pemantauan terhadap debitur yang berisiko, hingga celah untuk melakukan kolusi antara debitur dan kreditur sehingga proses analisa tidak lagi dilakukan secara objektif.

 

  • Dari Pihak Nasabah atau Debitur

Selain dari sisi lembaga keuangan, debitur juga bisa secara langsung menyebabkan NPL, baik disengaja atau tidak. Ada beberapa kasus di mana pihak debitur dengan sengaja tidak melunasi tunggakannya sehingga terjadi kredit macet. 

 

Namun NPL bisa juga terjadi karena debitur mengalami kejadian tak terduga seperti mengalami musibah yang berdampak langsung terhadap kondisi finansial debitur.

 

  • Faktor Eksternal

Faktor eksternal di sini bisa jadi berasal dari krisis ekonomi yang sudah terjadi, yang mempersulit daya beli masyarakat maupun badan usaha. Sehingga meningkatnya NPL sudah tidak terhindarkan lagi.

 

Dampak Negatif NPL bagi Lembaga Keuangan

Bagi Lembaga Keuangan, NPL menunjukkan jalannya roda bisnis yang kurang sehat. Seperti yang sudah dijelaskan pada poin sebelumnya, rasio NPL yang melebihi 5% mengindikasikan kondisi perusahaan yang tidak lagi optimal. Apabila kondisi tersebut tidak kunjung membaik, maka dampaknya bisa meluas hingga memburuknya kondisi perekonomian negara. 

 

Meningkatnya rasio NPL mengharuskan lembaga keuangan untuk mulai memperkuat struktur permodalannya. Karena struktur permodalan yang terganggu akibat merosotnya pertumbuhan kredit, alhasil yang terjadi adalah lembaga keuangan akan kesulitan untuk melakukan ekspansi kredit, terutama ke sektor riil.

 

Pastinya, NPL juga akan berdampak langsung terhadap Credit Adequacy Ratio (CAR), atau kecukupan modal perbankan untuk menanggulangi berbagai risiko yang mungkin terjadi. Menurunnya arus perputaran kredit menyebabkan bank harus menutupi kebutuhan modalnya dengan modal sendiri, sehingga mengurangi CAR yang dimiliki.

 

Itulah sedikit penjelasan mengenai NPL serta dampak negatif NPL bagi lembaga keuangan. Agar NPL tidak terjadi, penting untuk perbankan mulai menggunakan teknologi yang mumpuni untuk melakukan analisa terhadap calon debitur, agar ke depannya mampu meminimalisir terjadinya NPL.



Sumber: https://media.neliti.com/media/publications/251857-pengaruh-non-performing-loan-npl-likuidi-d1d95bdd.pdf

https://media.neliti.com/media/publications/142963-ID-analisis-faktor-faktor-yang-mempengaruhi.pdf

Priatna, Husaeri. (2017). Non Performing Loan (NPL) Sebagai Resiko Bank atas Pemberian Kredit. Jurnal Ilmiah Akuntansi. 8(1), 22-33.

Artikel Terbaru

...

SKOR KREDIT Kini Tak Lagi Hanya Sebagai SYARAT Pengajuan Kredit - Podcast TVAsuransi

Skor kredit kini tak lagi hanya sebagai syarat pengajuan kredit. Lebih dari itu, skor kredit juga mulai diajukan untuk screening calon karyawan baru bahkan hingga sewa rumah dan kebutuhan non finansial lainnya. Apa saja dan kenapa begitu? Simak perbincangan Yohanes Arts Abimanyu, Direktur Utama PT P

...

Lebih Dulu Mana, Beli Mobil atau Rumah?

Beli mobil, atau rumah dulu ya? Pertanyaan ini sering kali menjadi topik panas perbincangan sobat IdScore saat mencapai usia produktif dan mulai menghasilkan pendapatannya sendiri. Rumah dan mobil seringkali dibandingkan karena kebutuhan tempat tinggal dan transportasi sangat penting untuk kebanyaka

...

Apa Saja Persyaratan untuk Mengajukan Pinjaman?

Mengajukan pinjaman merupakan proses yang bisa jadi mudah atau sulit tergantung kondisi debiturnya. Apabila debitur memiliki riwayat pembayaran dan skor kredit yang buruk, maka pengajuan pinjaman akan jadi lebih sulit, juga sebaliknya.

...

Apa Itu Non Performing Loan (NPL), serta Dampak Negatif bagi Lembaga Keuangan

Kredit bermasalah atau Non Performing Loan (NPL) merupakan suatu hal yang berdampak negatif tidak hanya bagi perekonomian, tapi juga bagi lembaga keuangan. NPL akan menggerus profitabilitas dan memengaruhi kemampuan lembaga keuangan untuk menyalurkan pinjamannya.

...

Skor Kredit Rendah, Ini 4 Langkah Memperbaikinya

Skor kredit rendah belakangan ini menjadi fenomena yang terus terjadi, seiring dengan munculnya industri fintech lending. Tidak dapat dipungkiri bahwa di zaman yang serba canggih seperti sekarang, gaya hidup semakin beragam dan tentunya diiringi kebutuhan masyarakat yang terus meningkat. Terlebih sa

...

GIIAS 2022, 3 Tips Agar Kredit Mobil Disetujui

Kredit mobil seringkali menjadi pilihan paling ideal saat seseorang ingin meminang mobil baru. Tapi satu hal yang perlu diketahui adalah, nilai kredit mobil itu yang relatif cukup besar. Karena itu, pengajuan kredit mobil membutuhkan perencanaan matang di sisi debitur dan proses analisa yang lebih m

widget